Rabu, 06 Mei 2015

Computer Based Test


MAKALAH SEMINAR
PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL ONLINE
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Seminar
Teknologi Pendidikan




Oleh :
RICHA KRISMA
1100347 / 2011


JURUSAM KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015 






Pelaksanaan Ujian Nasional Online
I.       Pendahuluan
A.       Latar Belakang Masalah
Ujian nasional merupakan alat evaluasi untuk mengetahui kemampuan kognitif siswa di seluruh Indonesia dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat. Tujuan pemerintah melaksanakan program evaluasi tingkat nasional ini adalah agar Indonesia memiliki standar penilaian yang bertaraf nasional karena dipandang Indonesia adalah Negara besar yang terdiri dari beberapa kepulauan maka seyogyanya memiliki standar penilaian setingkat nasional.
Jika melihat tujuan pemerintah yang seperti itu maka penyaji sepakat dan setuju dengan diselenggarakannya ujian nasional. Namun pada kenyataannya, ujian nasional kini diwarnai oleh kepentingan politik semata. Penerapan ujian nasional tidak semulus tujuan yang dimaksudkan oleh pemerintah.
Pemerintah menjadikan ujian nasional ini sebagai syarat kelulusan sekolah dimasing-masing jenjang pendidikan. Namun kembali mengingat bahwa ujian nasional hanya menilai kemampuan kognitif. Relevankah jika ujian nasional dijadikan standar penilaian yang menilai salah satu aspek kemampuan siswa saja? Padahal di dalam diri siswa masih ada kemampuan afektif dan psikomotor yang belum ternilai hanya dengan ujian nasional.
Dalam Undang-undang SISDIKNAS pasal 65 dan 66 menyebutkan yang pada intinya menyatakan bahwa yang berhak menilai dan menentukan kelulusan adalah pihak sekolah. Karena pihak sekolah lah yang setiap hari berinteraksi dengan siswa otomatis mereka mengetahui kemampuan yang dimiliki peserta didiknya. Fakta lain mengenai ujian nasional 2015 yaitu munculnya isu bahwa hasil Ujian Nasional dijadikan salah satu syarat masuk perguruan tinggi.
Dan lagi muncul alat evaluasi baru tingkat nasional non paper atau dikenal dengan CBT (Computer Based Test). CBT adalah bentuk terobosan baru pemerintah untuk membuat perubahan dalam bidang pendidikan agar berbasis computer. Ada yang mengatakan CBT ini merupakan ujian nasional online yang dilaksanakan membutuhkan jaringan internet. Namun ada pula yang mengatakan CBT ini sama seperti ujian nasional sebelumnya, bedanya adalah media untuk mengerjakan soal ujian dilakukan dengan perangkat computer. CBT ini juga dimaksudan untuk menekan tingkat kecurangan yang sering kali terjadi dikala musim ujian nasional tiba seperti kebocoran soal maupun jual beli kunci jawaban.
Berdasarkan penjelasan latar belakang di atas maka penulis mengangkat makalah ini dengan judul “Pelaksanaan Ujian Nasional Online”.


B.        Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang menjadikan rumusan masalah adalah bagaimana pelaksanaan ujian nasional online serta permasalahannya?
C.       Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan ujian nasional online serta untuk mengetahui permasalahannya.
D.       Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu :
1.      Bagi penulis
a.       Menambah wawasan penulis tentang bagaimana pelaksanaan ujian nasional online dan permasalahannya.
b.      Untuk memenuhi salah satu kelengkapan tugas mata kuliah Seminar Teknologi Pendidikan.
2.      Bagi pembaca
Menambah pengetahuan pembaca tentang pelaksanaan ujian nasional online dan permasalahannya.

II.       Pembahasan
A.       Kajian Teoritis
1.      Pelaksanaan Ujian Nasional Online
Ujian Nasional Online atau CBT (Computer Based Test) akan dilaksanakan dengan menggunakan beberapa pendekatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan penyelenggaraan ujian. Secara garis besar terdapat tiga alternative system, yaitu off-line, semi-online, dan online.
Ketiga system ini memiliki spesifikasi masing-masing, CBT off-line digunakan untuk sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan jaringan internet. Sehingga pelaksanaan ujiannya melalui jaringan area local (LAN) di sekolah.
CBT semi-online, program dikendalikan secara online oleh institusi pendidikan setempat sebagai penyedia layanan (provider) daerah. CBT online yaitu program dikendalikan secara online langsung oleh Kemendikbud di Jakarta sebagai provider pusat.
Ujian Nasional Online yang akan diselenggarakan beberapa tahun ke depan dilaksanakan untuk meniadakan kekurangan pada pelaksanaan UN manual. Sebab ujian berbasis kertas saat ini masih banyak memiliki kelemahan. Diantaranya, bentuk soal yang digunakan pada satu tes sulit untuk dibuat bervariasi.
Tampilan soal terbatas, hanya dua dimensi. Memerlukan banya biaya pengadaan yang cukup besar, termasuk untuk pengamanan kerahasiaan soal. Pengolahan hasil memerlukan waktu yang relative lama. Saat ini teknologi tersebut sedang berkembang ke arah penilaian pendidikan. Bentuk pemanfaatannya dengan menerapkan bentuk ujian berbasis computer. Pemanfaatan computer sebagai media dalam pelaksanaan ujian merupakan upaya untuk membiasakan siswa berinteraksi dengan teknologi.
2.      Permasalahan Ujian Nasional
Berangkat dari pemaparan fakta-fakta di atas maka sudah terlihat jelas muncul beberapa permasalahan terkait ujian nasional. Saat menghadapi ujian nasional, siswa dituntut untuk menyelesaikan berbagai tipe soal dari materi kelas satu hingga kelas tiga. Dan semua materi itu harus dikuasai siswa pada saat semester awal duduk dikelas 3. Siswa tidak akan mampu memahami ilmu yang diberikan mereka hanya berorientasi menyelesaikan soal dan mendapatkan akreditasi lulus.
Oleh karena itu, semua cara dihalalkan untuk mendapatkan akreditasi lulus tersebut. Dimulai dari permainan oknum yang tidak bertanggung jawab seperti jual beli kunci jawaban dan juga pembocoran soal. Disini, moral dan psikologis siswa yang dipersalahkan.
Selain itu, permasalahan ujian nasional muncil ditahun 2013, terkait penggunaan bar code. Hal ini dikarenakan barcode LJK dan barcode soal tidak sepaket.
Keputusan pemerintah yang menjadikan ujian nasional menjadi syarat kelulusan atau syarat masuk perguruan tinggi juga menuai permasalahan dari sefi non formal khususnya segi kesetaraan. Kesetaraan adalah yang menampung siswa-siswa yang tidak lulus sekolah dan berhenti sekolah, kemudian ingin melanjutkannya. Apabila syarat kelulusan ujian nasional dijadikan syarat masuk perguruan tinggi, siswa yang belum masuk perguruan tinggi di tahun yang seharusnya ia melamar menjadi mahasiswa apakah ia harus mengikuti ujian nasional lagi.
Dengan hadirnya hajat terbesar yakni bentuk evaluasi hasil belajar tingkat nasional (ujian nasional), memberikan dampak begitu beragam bagi semua kalangan mulai dari siswa, guru, orang tua dan bahkan masyarakat.
Dampak-dampak ujian nasional antara lain adanya psikologis siswa terganggu karena siswa terlalu dituntut menyelesaikan soal bukan memahami soal sehingga muncul persaingan tidak sehat antarsiswa. Agat siswa mampu menyelesaikan semua beban ujian nasional tersebut, siswa harus merelakan waktu bermain mereka harus dikurangi, alhasil kejenuhan belajar pun terjadi.
Dari segi orang tua, pada sebagian mereka juga akan menekan anak-anaknya agar lulus ujian nasional tanpa mengetahui keadaan pskologis anaknya. Sedangkan dari segi sekolah, maka antar sekolah akan berlomba-lomba untuk mendapatkan pencitraan yang baik. Karena hasil kelulusan ujian nasional dari masing-masing sekolah akan mencerminkan nama baik sekolah tersebut dalam pandangan masyarakat.
Sebenarnya dengan dilaksanakan ujian nasional ini tidak hanya membawa dampak negatif. Ujian nasional hadir menjadi tujuan mulia, system evaluasi ini juga membawa dampak positif seperti menjadikan tolak ukur pencapaian target pembelajaran yang datanya dapat digunakan oleh sekolah untuk memperbaiki model pembelajaran yang selama ini dilakukan. Selain itu bagi pemerintah, data hasil ujian nasional dapat dijadikan alat diagnosis pemerintah dan guru dapat meningkatkan kompetensi keguruannya.
Computer Based Test ini menggunakan perangkat computer untuk menjawab soal-soal ujian sehingga meningkatkan go green. Karena soal disajikan dalam perangkat computer, maka system ini diharapkan mampu meminimalisasi keterlambatan soal dibandingkan dengan ujian nasional manual. Mengingat Negara Indonesia yang begitu luas. Namun ternyata, CBT ini tidak hadir dengan kesempurnaan. Masih banyak dampak negative yang menyertainya seperti masih banyak daerah yang kesulitan akan koneksi internet dan juga biaya yang dikeluarkan lebih besar.
  
III.    Kesimpulan dan Saran
A.       Kesimpulan
Adanya pro kontra memancing sebuat pertanyaan tentang masih perlukah ujian nasional dilaksanakan. Terlepas dari banyaknya kelemahan yang ada, ujian nasional memang masih perlu dilaksanakan. Tapi buka sebagai tolak ukur kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Tapi ujian ini harus dijadikan dasar dalam pemetaan mutu pendidikan yang selanjutnya nanti digunakan sebagai dasar melakukan kebijakan dalam peningkatan mutu pendidikan. Tapi jika unjian nasional masih dijadikan dasar kelulusan yang menyebabkan teknan tersendiri bagi kalangan pendidik, peserta didik, bahkan kepada daerah, tampaknya semua permasalahan di atas akan terus terjadi terutama berkaitan dengan berbagai modus kecuranan.
B.        Saran
Dengan melihat banyanya permasalahan teknis maupun non teknis dalam penyelenggaraan ujian nasional, maka pemerintah harus melakukan evaluasi secara menyeluruh tentang pelaksanaan ujian nasional. Dan ujian nasional selanjutnya tidak digunakan sebagai dasar penentuan kelulusan, tapi sebagai dasar pemetaan mutu pendidikan.



DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya : Bandung.
Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. PT Bumi Aksara : 
          Jakarta.
Daryanto. 2007. Evaluasi Pendidikan. PT Rinera Cipta : Jakarta
Sudijona, Anas. 2012. Pengantar Evaluasi Pendidikan. PT Raja Grafindo Persada
          : Jakarta.
         online (05 Mei 2015)

        (05 Mei 2015)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar