MAKALAH SEMINAR
PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL ONLINE
Diajukan Untuk
Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Seminar
Teknologi
Pendidikan
Oleh :
RICHA KRISMA
1100347 / 2011
JURUSAM
KURIKULUM DAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NEGERI PADANG
2015
Pelaksanaan Ujian Nasional Online
I. Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
Ujian nasional merupakan alat evaluasi untuk
mengetahui kemampuan kognitif siswa di seluruh Indonesia dari jenjang sekolah
dasar hingga sekolah menengah atas dan sederajat. Tujuan pemerintah
melaksanakan program evaluasi tingkat nasional ini adalah agar Indonesia
memiliki standar penilaian yang bertaraf nasional karena dipandang Indonesia
adalah Negara besar yang terdiri dari beberapa kepulauan maka seyogyanya memiliki
standar penilaian setingkat nasional.
Jika melihat tujuan pemerintah yang seperti itu maka
penyaji sepakat dan setuju dengan diselenggarakannya ujian nasional. Namun pada
kenyataannya, ujian nasional kini diwarnai oleh kepentingan politik semata. Penerapan
ujian nasional tidak semulus tujuan yang dimaksudkan oleh pemerintah.
Pemerintah menjadikan ujian nasional ini sebagai
syarat kelulusan sekolah dimasing-masing jenjang pendidikan. Namun kembali
mengingat bahwa ujian nasional hanya menilai kemampuan kognitif. Relevankah
jika ujian nasional dijadikan standar penilaian yang menilai salah satu aspek
kemampuan siswa saja? Padahal di dalam diri siswa masih ada kemampuan afektif
dan psikomotor yang belum ternilai hanya dengan ujian nasional.
Dalam Undang-undang SISDIKNAS pasal 65 dan 66
menyebutkan yang pada intinya menyatakan bahwa yang berhak menilai dan
menentukan kelulusan adalah pihak sekolah. Karena pihak sekolah lah yang setiap
hari berinteraksi dengan siswa otomatis mereka mengetahui kemampuan yang dimiliki
peserta didiknya. Fakta lain mengenai ujian nasional 2015 yaitu munculnya isu
bahwa hasil Ujian Nasional dijadikan salah satu syarat masuk perguruan tinggi.
Dan lagi muncul alat evaluasi baru tingkat nasional non paper atau dikenal dengan CBT (Computer Based Test). CBT adalah bentuk
terobosan baru pemerintah untuk membuat perubahan dalam bidang pendidikan agar
berbasis computer. Ada yang mengatakan CBT ini merupakan ujian nasional online yang dilaksanakan membutuhkan
jaringan internet. Namun ada pula yang mengatakan CBT ini sama seperti ujian
nasional sebelumnya, bedanya adalah media untuk mengerjakan soal ujian
dilakukan dengan perangkat computer. CBT ini juga dimaksudan untuk menekan
tingkat kecurangan yang sering kali terjadi dikala musim ujian nasional tiba
seperti kebocoran soal maupun jual beli kunci jawaban.
Berdasarkan penjelasan latar belakang di atas maka
penulis mengangkat makalah ini dengan judul “Pelaksanaan Ujian Nasional Online”.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka yang
menjadikan rumusan masalah adalah bagaimana pelaksanaan ujian nasional online serta permasalahannya?
C.
Tujuan
Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui bagaimana
pelaksanaan ujian nasional online
serta untuk mengetahui permasalahannya.
D.
Manfaat
Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini yaitu :
1. Bagi
penulis
a. Menambah
wawasan penulis tentang bagaimana pelaksanaan ujian nasional online dan permasalahannya.
b. Untuk
memenuhi salah satu kelengkapan tugas mata kuliah Seminar Teknologi Pendidikan.
2. Bagi
pembaca
Menambah pengetahuan pembaca
tentang pelaksanaan ujian nasional online
dan permasalahannya.
II.
Pembahasan
A. Kajian
Teoritis
1. Pelaksanaan
Ujian Nasional Online
Ujian
Nasional Online atau CBT (Computer Based Test) akan
dilaksanakan dengan menggunakan beberapa pendekatan sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan penyelenggaraan ujian. Secara garis besar terdapat tiga alternative
system, yaitu off-line, semi-online, dan online.
Ketiga system ini memiliki
spesifikasi masing-masing, CBT off-line digunakan untuk sekolah-sekolah
yang memiliki keterbatasan jaringan internet. Sehingga pelaksanaan ujiannya
melalui jaringan area local (LAN) di sekolah.
CBT
semi-online, program dikendalikan
secara online oleh institusi
pendidikan setempat sebagai penyedia layanan (provider) daerah. CBT online yaitu program dikendalikan secara
online langsung oleh Kemendikbud di
Jakarta sebagai provider pusat.
Ujian
Nasional Online yang akan diselenggarakan beberapa tahun ke depan dilaksanakan
untuk meniadakan kekurangan pada pelaksanaan UN manual. Sebab ujian berbasis
kertas saat ini masih banyak memiliki kelemahan. Diantaranya, bentuk soal yang
digunakan pada satu tes sulit untuk dibuat bervariasi.
Tampilan
soal terbatas, hanya dua dimensi. Memerlukan banya biaya pengadaan yang cukup
besar, termasuk untuk pengamanan kerahasiaan soal. Pengolahan hasil memerlukan
waktu yang relative lama. Saat ini teknologi tersebut sedang berkembang ke arah
penilaian pendidikan. Bentuk pemanfaatannya dengan menerapkan bentuk ujian
berbasis computer. Pemanfaatan computer sebagai media dalam pelaksanaan ujian
merupakan upaya untuk membiasakan siswa berinteraksi dengan teknologi.
2. Permasalahan
Ujian Nasional
Berangkat
dari pemaparan fakta-fakta di atas maka sudah terlihat jelas muncul beberapa
permasalahan terkait ujian nasional. Saat menghadapi ujian nasional, siswa
dituntut untuk menyelesaikan berbagai tipe soal dari materi kelas satu hingga
kelas tiga. Dan semua materi itu harus dikuasai siswa pada saat semester awal
duduk dikelas 3. Siswa tidak akan mampu memahami ilmu yang diberikan mereka
hanya berorientasi menyelesaikan soal dan mendapatkan akreditasi lulus.
Oleh
karena itu, semua cara dihalalkan untuk mendapatkan akreditasi lulus tersebut.
Dimulai dari permainan oknum yang tidak bertanggung jawab seperti jual beli
kunci jawaban dan juga pembocoran soal. Disini, moral dan psikologis siswa yang
dipersalahkan.
Selain
itu, permasalahan ujian nasional muncil ditahun 2013, terkait penggunaan bar code.
Hal ini dikarenakan barcode LJK dan barcode soal tidak sepaket.
Keputusan
pemerintah yang menjadikan ujian nasional menjadi syarat kelulusan atau syarat
masuk perguruan tinggi juga menuai permasalahan dari sefi non formal khususnya
segi kesetaraan. Kesetaraan adalah yang menampung siswa-siswa yang tidak lulus
sekolah dan berhenti sekolah, kemudian ingin melanjutkannya. Apabila syarat
kelulusan ujian nasional dijadikan syarat masuk perguruan tinggi, siswa yang
belum masuk perguruan tinggi di tahun yang seharusnya ia melamar menjadi
mahasiswa apakah ia harus mengikuti ujian nasional lagi.
Dengan
hadirnya hajat terbesar yakni bentuk evaluasi hasil belajar tingkat nasional
(ujian nasional), memberikan dampak begitu beragam bagi semua kalangan mulai
dari siswa, guru, orang tua dan bahkan masyarakat.
Dampak-dampak
ujian nasional antara lain adanya psikologis siswa terganggu karena siswa
terlalu dituntut menyelesaikan soal bukan memahami soal sehingga muncul
persaingan tidak sehat antarsiswa. Agat siswa mampu menyelesaikan semua beban
ujian nasional tersebut, siswa harus merelakan waktu bermain mereka harus dikurangi,
alhasil kejenuhan belajar pun terjadi.
Dari
segi orang tua, pada sebagian mereka juga akan menekan anak-anaknya agar lulus
ujian nasional tanpa mengetahui keadaan pskologis anaknya. Sedangkan dari segi
sekolah, maka antar sekolah akan berlomba-lomba untuk mendapatkan pencitraan
yang baik. Karena hasil kelulusan ujian nasional dari masing-masing sekolah
akan mencerminkan nama baik sekolah tersebut dalam pandangan masyarakat.
Sebenarnya
dengan dilaksanakan ujian nasional ini tidak hanya membawa dampak negatif.
Ujian nasional hadir menjadi tujuan mulia, system evaluasi ini juga membawa
dampak positif seperti menjadikan tolak ukur pencapaian target pembelajaran
yang datanya dapat digunakan oleh sekolah untuk memperbaiki model pembelajaran
yang selama ini dilakukan. Selain itu bagi pemerintah, data hasil ujian
nasional dapat dijadikan alat diagnosis pemerintah dan guru dapat meningkatkan
kompetensi keguruannya.
Computer Based Test
ini menggunakan perangkat computer untuk menjawab soal-soal ujian sehingga
meningkatkan go green. Karena soal disajikan dalam perangkat computer, maka system
ini diharapkan mampu meminimalisasi keterlambatan soal dibandingkan dengan
ujian nasional manual. Mengingat Negara Indonesia yang begitu luas. Namun
ternyata, CBT ini tidak hadir dengan kesempurnaan. Masih banyak dampak negative
yang menyertainya seperti masih banyak daerah yang kesulitan akan koneksi
internet dan juga biaya yang dikeluarkan lebih besar.
III.
Kesimpulan
dan Saran
A. Kesimpulan
Adanya pro kontra memancing sebuat pertanyaan
tentang masih perlukah ujian nasional dilaksanakan. Terlepas dari banyaknya
kelemahan yang ada, ujian nasional memang masih perlu dilaksanakan. Tapi buka
sebagai tolak ukur kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Tapi ujian
ini harus dijadikan dasar dalam pemetaan mutu pendidikan yang selanjutnya nanti
digunakan sebagai dasar melakukan kebijakan dalam peningkatan mutu pendidikan.
Tapi jika unjian nasional masih dijadikan dasar kelulusan yang menyebabkan
teknan tersendiri bagi kalangan pendidik, peserta didik, bahkan kepada daerah,
tampaknya semua permasalahan di atas akan terus terjadi terutama berkaitan
dengan berbagai modus kecuranan.
B.
Saran
Dengan melihat banyanya permasalahan teknis maupun
non teknis dalam penyelenggaraan ujian nasional, maka pemerintah harus
melakukan evaluasi secara menyeluruh tentang pelaksanaan ujian nasional. Dan
ujian nasional selanjutnya tidak digunakan sebagai dasar penentuan kelulusan,
tapi sebagai dasar pemetaan mutu pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin,
Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran.
PT Remaja Rosdakarya : Bandung.
Arikunto,
Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. PT
Bumi Aksara :
Jakarta.
Daryanto. 2007. Evaluasi Pendidikan. PT Rinera Cipta : Jakarta
Sudijona,
Anas. 2012. Pengantar Evaluasi
Pendidikan. PT Raja Grafindo Persada
: Jakarta.
online (05 Mei 2015)
(05 Mei 2015)
